Surabaya, 9/6/2020.
"Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani

Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara?"

Kehidupan dunia ibarat seni sandiwara, drama, pertunjukan, atau teater. Semua manusia punya peran sebagai tokoh. Ada tokoh protagonis dan ada pula tokoh antagonis.

Penggalan lirik lagu pada awal tulisan ini dipopulerkan oleh Nicky Astria yang dapat dijadikan renungan pagi untuk refleksi diri sambil menikmati sepotong roti dan secangkir kopi.

Ada sebagian yang mengira hidup di dunia ini sebagai tujuan intrinsik atau tujuan utama sehingga masalah keduniaan (ekonomi, politik, sosial, dan budaya) ingin diraih dengan segala cara (tidak peduli halal atau pun haram), kadang-kadang tidak menghiraukan etika/moral.

Ada pula sebagian lainnya merespon bahwa kehidupan dunia ini sebagai tujuan ekstrinsik atau tujuan antara. Dengan demikian kehidupan di dunia ini hanya sebagai instrumen atau alat untuk menuju kehidupan abadi sehingga diperlukan kalkulasi yang cerdas.

Harus disadari bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau (QS, 6:32). Akan tetapi, kita sebagai pemain utama dalam teater ada peluang untuk berimprovisasi. Improvisasi yang dijadikan pola tingkah laku adalah didasari norma yang dapat memuliakan harkat manusia sebagai diri dan kokektifnya. Akhirnya, setelah kita selesai bermain peran dalam teater akan memasuki realita lain yang tidak berpura-pura lagi. (Tubiyono)