Ada sebagian manusia yang sadar atas seruan berhaji. Panggilan haji itu datangnya dari Allah SWT melalui Nabi Ibrahim AS seperti yang tertera dalam (Q.S. Al Hajj 22:27). Ajaklah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang dengan berjalan kaki atau pun dengan berkendara (transportasi).
Labbaika allahumma labbaik, labbaika laasyarika laka labbaik, innalhamda wanni’mata laka walmulka laa syarikalaka kami datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Ungkapan itu menggema ketika musim haji tiba.

Orang-orang yang beriman dan bertakwa secara subtansial tidak akan ragu sedikit pun sami’na wa atho’na , kami mendengar dan kami mematuhi. Berhaji adalah perintah suci yang datang dari Allah SWT.
Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan ruhani. Sikap mental ketaatan, positif thinking, chusnudzon akan mewarnai perjalanan hidup saat itu dan masa depan.


Akan tetapi, apabila haji hanya dikalkulasi secara fisik minus perjalanan ruhani, maka akan merugi. Ruhani dibiarkan liar negatif thinking, suudzon yang menguasai hati dan pikirannya, maka perjalanan hidup saat itu dan ke depannya banyak banyak masalah.
Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman marilah bersiap diri untuk memenuhi panggilan Ilahi untuk berhaji. (Tubiyono)