Surabaya, 22/6/2019. Ada pengalaman secara personal yang dialami calon jemaah haji (calhaj) Tourindo GKS, Rofud beserta isteri, yang seharusnya berangkat haji pada tahun 2017. Akan tetapi, Rofud baru berangkat musim haji 2019.

Penundaan ini disebabkan oleh masalah kesehatan dan direkomendasi dokter agar perjalanan ibadah haji dipending lebih dahulu daripada dipaksakan berangkat haji yang bisa menyebabkan efek lain yang tidak diharapkan.

Hal lain yang menarik adalah masalah penundaan pemberangkatan ibadah haji dari internal keluarga. Awalnya, Rofud mendaftar haji khusus bersama isteri dan tiga pasang suami isteri saudaranya. Jadi, ada empat pasang suami isteri yang rencananya berangkat haji khusus bersama Tourindo tahun 2017. Hanya pasangan Rofud bersama isteri yang tidak bisa bèrangkat haji bersama. Hal ini disebabkan Rofud dalam kondisi sakit.

Awalnya, isteri Rofud tidak mau berangkat karena ingin bersama suaminya. Akan tetapi, Rofud tetap meminta isterinya berangkat. Isterinya menolak, "Bagaimana saya berangkat, kalau Bapak dalam keadaan sakit, siapa yang akan merawatnta, Pak". Suaminya menyatakan "Tidak apa, Bu, berangkat saja, nanti Ibu doakan dari sana agar saya bisa sembuh". Akhirnya, isteri Rofud setelah dipaksa berangkat oleh suaminya.

Rofud berangkat haji khusus bersama Tourindo tahun 2019 tanpa didampingi isterinya. Dia bersyukur atas saran dokter pada tahun 2017 agar dipending dahulu karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. (Tubiyono)