Surabaya, 8/4/2019. Berdasarkan manajerial pemberangakantan jemaah haji, ada tiga jenis haji yaitu (1) haji reguler, (2) haji khusus, dan (3) haji furodah. Haji reguler merupakan perjalanan ibadah haji yang umum dikelola oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama dengan biaya yang relatif terjangkau oleh kebanyakan masyarakat muslim di Indonesia. Akan tetapi, ibadah haji reguler untuk saat ini, khususnya Provinsi Jawa Timur, jika mendafatar tahun sekarang, panjang antriannya bisa lebih besar 20 sampai dengan 25 tahun.
Haji khusus merupakan perjalanan ibadah haji yang secara khusus dikelola oleh PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama dengan biaya yang relatif tinggi untuk merespon keinginan masyarakat muslim di Indonesia yang secara khusus memiliki rizeki lebih. Selain itu, ibadah haji khusus, untuk saat ini, jika mendafatar sekarang, panjang antriannya bisa lebih besar dari 5 sampai dengan 6 tahun.

Haji furodah merupakan perjalanan ibadah haji yang secara khusus dioperasikan oleh PIHK berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Agama. Selain itu, ada hal yang sangat istimewa bagi PT Tourindo Gerbang Kertasusila yaitu telah bekerja sama dengan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Salah satu bentuk kerja sama yang dimaksud adalah berupa ikatan perjanjian untuk memfasislitasi calon jemaah haji Indonesia yang tidak bisa menahan rindu ke Baitullah.
Kebetulan pada kesempatan ini, PT Tourindo GKS diberi kepercayaan untuk sebagai operator visa haji furodah. Dengan visa ini bermakna calan jemaah haji dapat mendaftar dan berangkat ke tahan suci pada tahun yang sama. Namun demikian, untuk mengikuti haji furodah yang super spesial sehingga memiliki konsekuensi biaya relatif tinggi juga. Hal ini untuk merespon keinginan masyarakat muslim di Indonesia yang secara khusus memiliki waktu dan aktivitas terbatas tetapi memiliki kelebihan rizeki.
Dalam hal ini, PT Tourindo GKS berpengalaman memfasilitasi pemberangkatkan jemaah haji furodah sejak tahun 2017 sebanyak 3 jemaah dan pada tahun 2018 sebanyak 8 jemaah. Jadi, dengan adanya haji furodah ini merupakan salah satu alternatif solusi menghindari antrian pemberangkatan jemaah haji. Untuk musim haji tahun 2019, pendaftaran haji furodah terakhir sebelum bulan Ramadhan,.(Tubiyono)