SURABAYA, 30/1/2018. Prof. Dr. Ir. Abdullah Shahab, M.Sc., guru besar Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,  memberikan materi pembekalan kepada calon jemaah haji khusus PT Tourindo Gerbang Kertasusila, Minggu, 14 Januari 2018, di Graha Tourindo, Jl Jemur Andayani  No 3 Surabaya.

Ada hal yang penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah yaitu semata-mata kerena “lillahi ta’ala”, ridha karena Allah SWT semata. Ibadah haji dan umrah menuntut kepatuhan tingkat tinggi di atas rata-rata orang kebanyakan. Hal ini seperti yang diteladankan Ibrahim, “Abul Ambiya”, bapak para nabi, ketika mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya.

Sebagai  manusia biasa tentu menolak adalah hal yang biasa atau lumrah karena tidak rasional tanpa alasan yang jelas. Pada peristiwa inilah Abdullah Shahab memberikan deskripsi bahwa ibadah umrah dan ibadah haji dapat diukur secara personal sejauh mana tingkat ketaatan kepada Allah SWT. Ketaatan dapat dibedakan menjadi (1) taat karena beralasan, (2) taat tanpa alasan, dan (3) taat yang kebalikan (antonim). Taat  yang ketiga, kebalikan, seperti  Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS. (Tubiyono)