SURABAYA, 7/8/2017.Bagi orang Islam di Indonesia ibadah haji bukan ibadah sembarangan, karena ibadah ini perlu perjuangan luar biasa. Mengapa demikian? Banyak faktor yang menyebabkan calon haji (calhaj) dari Indonesia perlu perjuangan dengan sunguh-sungguh. Hal yang perlu perjuangan antara lain biaya ongkosnaik haji (ONH) tinggi, antrian lama (20 tahun lebih) untuk melaksanakan ibadah haji, perbedaan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan alam, dan lain-lain. Oleh karena itu, perjalanan ibadah haji bersama PT TOURINDO pada musim haji 1438H/2017M perlu diadakanTraning Camp (TC) selama tiga hariyaitu: Jumat, Sabtu, dan Minggu (4 – 6 Agustus 2017), di Trawas, Mojokerto Jawa Timur.

PT TOURINDO Gerbang Kerta Susila pada musim haji tahun ini bertanggung jawab mendampingi 91 calhaj. Kegiatan TC di Trawas ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan (qoblal haji) agar ketika pelaksanaan ibadah haji (indal haji) sesuai dengan tutuntunan Rasulullah Muhammad SAW. Harapannya setelah selesai ibadah Haji (bakdal haji) sermua jamaah bersama PT TOURINDO GKS menjadi haji yang mabrur/mabrurah.

Pada TC ini merupakan manasik haji yang disertai dengan praktik secara verbal (lisan) dan nonverbal (tindakan fisik). Sercara verbal supaya calhaj ini benar cara mengucapkan lafal niat dan rangkaian doa-doanya. Hal itu dilakukan agar segala doanya tersambung secara vertikal kepada Allah SWT sehingga dikabulkannya.
Selain ungkapan verbal tersebut, calhaj dari TOURINDO GKS diharapakan bisa mandiri dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga tidak tergantung pada diri orang lain. Oleh karena itu, semua calhaj wajib mengetahui, memahami, menghayati, dan terampil melakukan segala sesuatu yang terkait dengan ibadah haji.

Calhaj terampil mengenakan kain ihram sendiri dengan benar, terampil menjaga kesehatan baik dalam pesawat maupun di tanah suci Makkah dan Madinah. Kalau tidak terampil mengenakan kain ihram akan menyulitkan orang-orang di sekitarnya, bahkan ada kemungkinan kena “dam” (denda). Dalam pesawat dari Indonesia ke Bandara King Abdul Aziz merupakan perjalanan panjang lebih dari 7-8 jam, maka diperlukan terknik menjaga kesehatan dengan relaksasi dengan tanpa mengganggu orang di sekitarnya. Calhaj dapat melakukan teknik tayamum yang benar sehingga dapat melakukan sholat di dalam pesawat terbang, dan lain-lain.

Banyak hal yang dapat dipelajari dalam TC ini dari cara melakukan wukuf di Arafah, tawaf, sa’ie, melempar jumrah, dan hal-hal kecil lainnya perlu banyak “sharing” informasi agar tidak mengalami kesulitan dalam proses ibadah haji. Semua calhaj PT TOURINDO GKS dari “qoblalhaj”, “indalhaj”, sampai dengan “bakdalhaj” akan dipandu oleh ustadz yang sudah berpengalaman yaitu H. Rachamad Hasan dan H. Syaiful Subari. (Tubiyono)