Surabaya, 10/7/2017.Tidak ada deskripsi lengkap, kecuali ungkapan haru, bangga, dan bahagia kepada anak, menantu, cucu, cucu memantu, dan buyut. “Saya tidak menyangka acara ini bisa dikemas sedemikian rupa, siapa sutradaranya, kapan latihannya. Saya “disapih” oleh anak-anak tidak ikut “cawe-cawe” dalam tasyakuran pernikahan 50 tahun ini”, ungkap Pak Faried ketika memberikan sambutan kepada keluarga dekat, kolega, mitra bisnis dan tamuun dangan lainnya. Ini adalah kado terindah dari anak-anak kepada kedua orang tuanya.

Tasyakuran pernikahan 50 tahun pernikahan (28 Juni 1967 – 28 Juni 2017) antara H.R. Mohammad Faried, S.H. dan Ny. Hj. Tri Wahyuni dilaksanakan di Hotel Santika Gubeng, Sabtu, 9 Juli 2017.

Dalam acara “Golden wedding Anniversary” ada pesan yang dapat dijadikan inspirasi positif yaitu “filosofi pohon pisang”. Salah satu pesan nyalewat penggalan puisi:

“sahabat ku, anak cucu, dan buyutku
Mari kita perhatikan pohon (pisang) itu
Dia pantang mati sebelum
Menumbuhkan generasi-generasi
Yang bisa meneruskan 

Perjuangannya nanti."

Dalam tasyakuran itu, dilakukan bedah buku yang ditulis oleh Dirut Tourindo GKS, H.R. Mohammad Faried, S.H., berjudul “Potret Ganda Laskar Kauman” yang diedit oleh Maksum dan Abd Sukkur Rahman (2017). Pembedah buku tersebut adalah Omar Ishananto, S.H. (CEO Pakuwon Group), Jouhar Arifin (Dirut PT Polowijo Gosari), bapak Fadli (BupatiLamongan), Bapak Irwan Basri (Dirut PTPN XII), dan Prof. Dr. dr. Suhartono DS, SPOG.

Selain itu, acara tasyakuran pernikahan tahun emas, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, Dirut Tourindo GKS memberikan 2 tiket undian umrah gratis dan ditambah 1 tiket  undian umrah gratis dari Bapak Ismed mewakili pihak keluarga. (Tubiyono)